News

Pengertian Stakeholder: Jenis-jenis, Peran dan Fungsinya

Pengertian Stakeholder: Jenis-jenis, Peran dan Fungsinya

Stakeholder merupakan kelompok atau individu yang terkait dengan suatu organisasi atau program, dan memiliki potensi untuk mempengaruhi atau dipengaruhi oleh organisasi atau program tersebut. Istilah stakeholder kerap digunakan dalam konteks bisnis, pemerintahan, dan non-profit. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai pengertian stakeholder, jenis-jenis, peran dan fungsinya.

Pengertian Stakeholder

Secara umum, stakeholder dapat diartikan sebagai pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan dampak dalam sebuah organisasi atau program. Istilah stakeholder berasal dari kata stake (bahasa Inggris) yang berarti kepentingan atau saham, serta holder yang berarti pemegang atau penanggung jawab.

Stakeholder biasanya dikelompokkan berdasarkan posisi dan kepentingannya dalam organisasi atau program tersebut. Ada stakeholder internal, yaitu pihak-pihak yang terkait langsung dengan organisasi seperti karyawan dan manajemen, serta stakeholder eksternal, yaitu kelompok atau individu yang berinteraksi dengan organisasi seperti pelanggan, masyarakat, investor, pemerintah, dan lain-lain.

Jenis-jenis Stakeholder

Berikut adalah beberapa jenis stakeholder yang sering ditemukan dalam organisasi atau program:

1. Karyawan

Karyawan adalah stakeholder internal yang memiliki peran penting dalam menyokong keberhasilan sebuah organisasi atau program. Karyawan biasanya memiliki kepentingan dalam hal gaji, kondisi kerja, pengembangan karir, dan keamanan pekerjaan.

2. Manajemen

Manajemen adalah stakeholder internal yang bertanggung jawab atas operasi dan keberhasilan organisasi atau program. Manajemen memiliki kepentingan dalam hal pertumbuhan dan keuntungan organisasi serta pembangunan kompetensi dan budaya perusahaan.

3. Pelanggan

Pelanggan adalah stakeholder eksternal yang memiliki kepentingan dalam hal kualitas produk atau jasa, harga yang wajar, pelayanan yang memuaskan, dan keamanan produk atau jasa yang digunakan.

4. Masyarakat

Masyarakat adalah stakeholder eksternal yang memiliki kepentingan dalam hal dampak sosial dan lingkungan dari operasi organisasi atau program. Masyarakat mengharapkan organisasi atau program yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

5. Pemerintah

Pemerintah adalah stakeholder eksternal yang memiliki kepentingan dalam hal pematuhan regulasi dan kebijakan publik. Pemerintah dapat mempengaruhi aktivitas organisasi atau program melalui regulasi maupun kebijakan publik.

6. Investor

Investor adalah stakeholder eksternal yang memiliki kepentingan dalam hal keuntungan yang diperoleh dari investasi mereka, serta pertumbuhan dan keuntungan organisasi atau program yang diinvestasikan.

Peran dan Fungsi Stakeholder

Setiap stakeholder memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam keberhasilan sebuah organisasi atau program. Berikut adalah beberapa peran dan fungsi stakeholder:

1. Karyawan

Peran karyawan adalah sebagai pelaksana tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang telah ditetapkan oleh manajemen. Karyawan harus memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang diemban.

Fungsi karyawan adalah sebagai penggerak utama keberhasilan suatu organisasi atau program. Karyawan yang terampil dan kompeten dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas organisasi.

2. Manajemen

Peran manajemen adalah sebagai pemimpin dan pengambil keputusan yang bertanggung jawab atas operasi dan keberhasilan organisasi atau program. Manajemen harus memiliki keterampilan kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang baik.

Fungsi manajemen adalah sebagai pengelola dan pemimpin organisasi atau program. Manajemen yang efektif dapat meningkatkan kinerja organisasi dan memimpin organisasi menuju pencapaian tujuan.

3. Pelanggan

Peran pelanggan adalah sebagai penentu keberhasilan produk atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi atau program. Pelanggan harus memberikan umpan balik yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.

Fungsi pelanggan adalah sebagai penyedia permintaan untuk produk atau jasa yang dihasilkan organisasi. Pelanggan yang puas dapat meningkatkan citra organisasi dan membawa manfaat jangka panjang bagi organisasi.

4. Masyarakat

Peran masyarakat adalah sebagai penentu dan pengawas sosial dan lingkungan dari operasi organisasi atau program. Masyarakat harus memberikan umpan balik dan pemantauan atas dampak sosial dan lingkungan dari operasi organisasi atau program.

Fungsi masyarakat adalah sebagai pendorong dan pengawas sosial dan lingkungan dari operasi organisasi. Masyarakat yang terlibat aktif dapat memberikan dorongan positif bagi organisasi dan meningkatkan citra organisasi di mata publik.

5. Pemerintah

Peran pemerintah adalah sebagai regulator dan pengambil kebijakan yang berhubungan dengan operasi organisasi atau program. Pemerintah harus memberikan regulasi dan kebijakan publik yang terkait dengan operasi organisasi atau program.

Fungsi pemerintah adalah sebagai pengatur dan pengambil kebijakan publik yang dapat mempengaruhi operasi organisasi. Pemerintah yang menjalankan tugasnya dengan baik dapat memberikan lingkungan yang stabil dan kondusif bagi organisasi untuk berkembang.

6. Investor

Peran investor adalah sebagai penyedia dana untuk investasi dalam organisasi atau program. Investor harus memberikan investasi yang baik dan dapat memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Fungsi investor adalah sebagai penyedia dana dan pemilik saham organisasi. Investor yang melakukan investasi pada organisasi yang sukses dapat memperoleh keuntungan jangka panjang dan meningkatkan nilai aset mereka.

Kesimpulan

Setiap organisasi atau program memiliki stakeholder yang terkait dan memiliki kepentingan dalam keberhasilan organisasi atau program tersebut. Stakeholder dapat dikelompokkan berdasarkan posisi dan kepentingannya dalam organisasi atau program. Setiap stakeholder juga memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam keberhasilan sebuah organisasi atau program. Oleh karena itu, manajemen organisasi atau program harus mampu mengelola dan memperhatikan kepentingan stakeholder dalam mengambil keputusan strategis.

Pengertian Stakeholder: Jenis-jenis, Peran dan Fungsinya

Pengertian Stakeholder: Jenis-jenis, Peran, Fungsinya – Ketika kita mulai membicarakan persoalan bisnis, banyak sekali dari kita sudah pernah mendengar kata stakeholder. Pemahaman tentang stakeholder ini menjadi suatu hal yang penting untuk dipahami oleh seluruh orang, secara khusus bagi yang terlibat dalam suatu perusahaan atau bisnis.

Nah, untuk kesempatan ini, kita bisa mengenal secara mendalam tentang apa itu stakeholder secara lengkap serta mendalam.

Stakeholder menjadi sebuah istilah yang sering kali muncul khususnya ketika berbicara tentang bisnis. Namun, apakah kamu tahu definisi sebenarnya dari stakeholder?

Pemahaman stakeholder sendiri merupakan hal sangat amat penting bagi semua orang yang ingin atau sudah terlibat dalam sebuah perusahaan maupun bisnis

pexels.com

 

Pengertian Stakeholder

Apakah yang dimaksud stakeholder? Pengertian stakeholder merupakan semua pihak di dalam masyarakat, baik itu individu, komunitas atau kelompok masyarakat yang memiliki sebuah hubungan dan kepentingan terhadap organisasi, perusahaan dan permasalahan yang sedang dibahas. Dalam terjemahan bahasa Indonesia sendiri, arti stakeholder adalah seorang pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan.

Baca Juga:  Mengenal Perencanaan dan Pengembangan Karir Yang Sukses

Stakeholder merupakan salah satu bagian penting sebuah organisasi yang memiliki peran secara aktif serta pasif untuk menjalankan tujuannya. Stakeholder sendiri dapat kita ditemui dimanapun, terutama dalam sebuah kegiatan bisnis sehingga setiap perusahaan tidak terlepas dari keberadaan tokoh terpenting tersebut.

Dengan hadirnya stakeholder dalam kegiatan berbisnis akan diperlukan untuk memberikan sebuah bantuan untuk mengembangkan sebuah tujuan dari perusahaan tersebut. Namun, tidak seluruh stakeholder akan memberikan dampak positif terhadap sebuah perusahaan.

Stakeholder dalam perusahaan mencangkup pemegang saham, karyawan, staff, pegawai, sumber daya, serta distributor maupun konsumen. Bahkan, pesaing perusahaan lain juga disebut sebagai stakeholder karena dapat mempengaruhi kestabilan perusahaan.

Pengertian Stakeholder Menurut Para Ahli

Untuk bisa lebih mendalami mengenai apa itu stakeholder, kita bisa melihat pada beberapa pendapat para ahli, sebagai berikut:

1. Freeman

Baginya bahwa pengertian stakeholders adalah suatu kelompok masyarakat atau juga individu yang saling mempengaruhi juga dipengaruhi oleh pencapaian tujuan tertentu dari sebuah organisasi.

2. Biset

Pengertian stakeholder baginya ini merupakan individu atau juga kelompok masyarakat yang memiliki sebuah kepentingan ataupun perhatian pada permasalahan tertentu.

3. Wibisono

Pengertian stakeholder menurut wibisono merupakan pihak seseorang atau juga kelompok yang memiliki sebuah kepentingan itu secara langsung/ tidak langsung yang bisa mempengaruhi atau juga dipengaruhi terhadap aktivitas serta eksistensi perusahaan.

4. Menurut ISO 26000 SR

Pengertian stakeholder ini adalah bagian individu atau juga kelompok yang memiliki ataupun mempunyai sebuah kepentingan tertentu terhadap adanya keputusan dan juga aktivitas organisasi.

5. Menurut AA1000 SES

Definisi stakeholder yang satu ini merupakan suatu kelompok yang dapat mempengaruhi dan/atau serta terpengaruh oleh sebuah aktivitas atau kegiatan, produk atau layanan, dan juga kinerja suatu organisasi.

Jenis-jenis Stakeholder berdasarkan Posisi dan Kekuatannya

Secara umumnya, stakeholder akan terbagi berdasarkan posisi, kekuatan, dan juga pengaruhnya. Berikut adalah jenis-jenis stakeholder yang dimaksud.

1. Stakeholder Utama (Primer)

Stakeholder primer merupakan stakeholder yang memiliki ikatan yang kuat hubungannya dengan penyusunan kebijakan, proyek, serta program. Mereka tersebut adalah bagian pihak penentu yang paling utama dalam sebuah aktivitas pengambilan keputusan perusahaan. Beberapa contoh stakeholder primer ini adalah

  • Masyarakat,
  • Tokoh Masyarakat
  • serta Manajer publik.

Masyarakat menjadi pihak yang akan terkena imbas langsung dari adanya  kebijakan, program atau suatu proyek. Berbeda dengan tokoh masyarakat, adalah anggota masyarakat yang mampu mengemukakan aspirasi dari masyarakat. Manajer publik sendiri merupakan pihak yang memiliki tanggung jawab pada hal penentuan keputusan dan juga penerapannya.

2. Stakeholder Pendukung (Sekunder)

Stakeholder sekunder adalah bagian yang tidak akan berhubungan langsung terhadap suatu program, dalam kebijakan atau sebuah proyek. Namun stakeholder primer mempunyai rasa simpati dan kepedulian, sehingga banyak dari mereka turut serta dalam mengemukakan pendapatnya yang berpotensi mampu mengubah sikap stakeholder primer serta keputusan resmi pemerintah. Beberapa contoh stakeholder sekunder adalah

  • lembaga pemerintah,
  • LSM,
  • Perguruan Tinggi,
  • dan Pengusaha.

Lembaga pemerintah yang berada pada wilayah tertentu, akan tetapi tidak memiliki tanggung jawab secara langsung. Suatu lembaga pemerintah yang cukup dekat kaitannya dengan permasalahan, namun tidak berwenang dalam menentukan keputusan.

Pihak Lembaga Swadaya Masyarakat yang berfokus dalam dampak, rencana atau manfaat atas suatu kebijakan. Perguruan Tinggi, bagian kelompok akademisi yang memiliki pengaruh dekat terkait proses kebijakan yang diambil pemerintah. Pengusaha atau badan usaha, yang memiliki hubungan langsung dengan permasalahan.

3. Stakeholder Kunci

Stakeholder kunci adalah bagian kelompok eksekutif yang memiliki wewenang resmi atas pengambilan keputusan. Contoh dari stakeholder kunci dalam sebuah proyek pemerintah daerah kabupaten yaitu Pemerintah Kabupaten, DPRD Kabupaten, serta Dinas yang bertanggung jawab langsung atas proses proyek tersebut.

Kamu bisa mempelajari tentang Ledakan Ide Bisnismu (Dalam Sembilan Minggu)
karya Adi Putera Widjaja

FS Ledakan Ide Bisnismu (Dalam Sembilan Minggu)

Jenis Stakeholder dalam Dunia Bisnis

Dilansir dari laman resmi Investopedia, di dunia bisnis terbagi menjadi dua bagian, internal stakeholder dan eksternal stakeholder.

Internal stakeholder adalah bagian kelompok stakeholder yang berada didalam suatu bisnis yang terpengaruh secara langsung oleh suatu hasil bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan untuk eksternal stakeholder sendiri merupakan bagian dari kelompok orang yang mempunyai kepentingan dan hubungan dengan kesuksesan sebuah perusahaan, namun tidak memiliki hubungan secara langsung dengan proyek atau sistem kerja perusahaan.

Dapat disimpulkan maka contoh internal stakeholder adalah pemilik dari perusahaan beserta karyawannya. Sedangkan untuk contoh eksternal stakeholder seperti investor, media, pemerintah, komunitas, pelanggan, dll.

Berikut ini merupakan beberapa penjelasan lengkap terkait pihak individu maupun kelompok yang termasuk dalam kategori stakeholder.

1. Investor dan Kreditur

Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam bisnis, karena mereka dapat membantu status keuangan perusahaan. Karena alasan ini, perusahaan harus memiliki keduanya.

Sebagai pemangku kepentingan, investor adalah kelompok orang yang menginvestasikan modalnya untuk mendukung operasi perusahaan. Jika Anda adalah orang yang membeli saham di perusahaan, maka anda diklasifikasikan oleh pemangku kepentingan di masyarakat.

Saham adalah bentuk modal yang memainkan peran penting bagi perusahaan sehingga tetap berlanjut. Selanjutnya, investor yang telah menyetor modal yang sangat besar juga memiliki otoritas sehubungan dengan modernisasi kondisi keuangan dan kondisi perusahaan.

Sementara kreditur atau bank adalah lembaga keuangan yang memainkan peran penting dalam memberikan pinjaman kepada bisnis di modal komersial mereka. Kreditor dibagi menjadi para pemangku kepentingan, yang menawarkan pinjaman dengan kondisi dan jaminan tertentu.

2. Pegawai atau Karyawan

Tanpa sebuah sumber daya manusia, maka perusahaan sendiri tidak akan bisa beroperasi secara mestinya. Pegawai dikatakan sebagai stakeholder karena memiliki peranan penting dalam kontribusinya secara langsung terhadap proses produksi.

3. Pemasok atau sumber daya

Pemasok disebut juga sebagai supplier memiliki tugas – tugas dalam hal menyediakan bahan baku untuk diproduksi. Pihak pemasok mempunyai kepentingan dengan sebuah perusahaan dalam hal meraih keuntungan. Untuk itu, keberhasilan untuk pemasok bergantung pada hasil usaha dari perusahaan manufaktur.

Peran penting dari pemasok dalam sebuah perusahan tidak dapat digantikan. Tanpa adanya pihak pemasok, maka sebuah perusahaan tidak bisa menjalankan produksi.

4. Konsumen

Jika tidak adanya konsumen, maka sebuah bisnis tidak akan bisa berjalan. Konsumen dikatakan sebagai stakeholder karena memiliki peran utama yang harus diperhatikan dalam memastikan kehidupan suatu perusahaan

5. Komunitas

Sebuah komunitas termasuk ke dalam stakeholder, karena mereka memiliki sebuah kepentingan dengan perusahaan yang terkait langsung atas munculnya lapangan kerja, kesehatan, perkembangan ekonomi, serta keselamatannya. Adanya sebuah perusahaan akan berdampak cukup besar pada komunitas yang berada pada sekitar perusahan tersebut.

Agar dapat menciptakan hubungan yang berjalan dengan baik dengan komunitas, maka sebuah perusahaan perlu melakukan berbagai kegiatan yang akan terlibat pada suatu komunitas tertentu.

Kamu bisa mempelajari tentang Mengenal 99 Imperium Bisnis Yang Mendunia
karya WILLY EKA SIHOMBING

Mengenal 99 Imperium Bisnis Yang Mendunia

Peran serta para Stakeholder

Untuk para stakeholder sendiri memiliki peran serta yang cukup penting, lebih jelasnya tertulis seperti berikut:

1. Membuat keputusan

Untuk para stakeholder perlu mengadakan rapat yang mengundang eksekutif perusahaan, seperti jajaran direktur dan pihak – pihak lainnya yang memiliki kewenangan yang cukup penting di dalam perusahaan tersebut, seperti pemilik saham dalam jumlah yang besar.

Baca Juga:  Tips Mengatasi Kebosanan Ketika Belajar di Rumah

Orang – orang tersebut mempunyai hak untuk membuat keputusan atau mengusulkan ide bagi perusahaan, kelompok stakeholder ini juga berwenang untuk memilih serta memecat CEO jika perlu.

2. Manajemen langsung

Beberapa pihak stakeholder juga memiliki keterlibatan langsung dalam manajemen perusahaan. Stakeholder menduduki bagian departemen – departemen tertentu di dalam sebuah perusahaan, seperti dengan HRD, R&D, dan lain-lain untuk mengatur perkembangan bisnis dan menjamin kesuksesannya secara langsung.

Sering kali, bisnis swasta dan perusahaan terbuka tersebut akan menyediakan posisi bagi investor besar untuk mereka yang ingin berpartisipasi langsung dalam perjalanan bisnis pada level manajerial.

3. Pendukung keuangan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, stakeholder pun salah satunya adalah investor bagi sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, stakeholder dapat memutuskan untuk menambah atau mengurangi investasi mereka pada suatu perusahaan dengan menimbang kondisi finansial bisnis tersebut.

Jadi, sebuah perusahaan sangat bergantung dan wajib membangun hubungan yang baik dengan stakeholder.

4. Tanggung jawab sosial perusahaan

Perusahaan perlu menyeimbangkan hubungan antara bisnis dan stakeholder. Nah, perusahaan harus memiliki sikap corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Tanggung jawab sosial tersebut dapat dilakukan kepada karyawan, konsumen, pemasok, pemegang saham, maupun lingkungan serta komunitas tertentu.

Untuk para stakeholder ini harus bisa membuat keputusan berdasarkan hasil dari strategi CSR yang mereka lakukan sebuah perusahaan.

 

Kamu bisa mempelajari tentang Art Of War: Strategi Kepemimpinan, Bisnis, Pemasaran & Kehidupan sehari – hari
karya Asti Musman

Art Of War: Strategi Kepemimpinan, Bisnis, Pemasaran & Kehidupan sehari – hari

Fungsi Setiap Jenis Stakeholder dalam Perusahaan

Fungsi dari pihak yang memiliki kepentingan besar sebagai stakeholder dalam organisasi bisnis serta dalam perusahaan adalah sebagai berikut.

1. Fungsi Pemilik (owner) atau Pemegang Saham

Pada awalnya, sebuah bisnis dimulai dari sebuah ide seseorang atau lebih tentang suatu barang serta jasa dan mereka mengeluarkan uangnya sebagai modal untuk membiayai usaha tersebut, karena ketika mereka memiliki keyakinan bahwa kelak di kemudian hari akan mendapatkan imbalan atau keuntungan dan mereka mengorganisasi, mengelola hingga menanggung segala resiko dalam bisnis tersebut.

2. Fungsi Karyawan (employee)

Karyawan adalah salah satu sumber daya manusia atau orang yang diangkat dan ditugaskan untuk menjalankan kegiatan perusahaan. Kinerja perusahaan sangat bergantung pada kinerja seluruh karyawan, baik secara individu maupun secara kelompok serta baik secara kualitas.

3. Fungsi Kreditor (the creditor)

Kreditor merupakan lembaga bagian keuangan atau individu yang memberikan sebuah pinjaman kepada perusahaan. Kreditor sebagai pemberi pinjaman, umumnya mengajukan beberapa persyaratan tertentu untuk meyakinkan bahwa uang yang mereka pinjamkan kelak serta akan mendapat kembalikan atau imbalan tepat waktu ,sesuai jumlah dan berikut prestasinya.

4. Fungsi Pemasok (supplier)

Pemasok menjadi partner kerja yang  berperan penting dari perusahaan yang siap memenuhi ketersediaan bahan baku, maka dari itu kinerja dari sebuah perusahaan juga sebagian tergantung terhadap kemampuan pemasok dalam mengantarkan bahan baku dengan tepat waktu.

Sebagai contoh jika pemasok kepentingan, jika barang dan jasa yang mereka pasok relatif terbatas dan sulit untuk memperoleh barang/jasa pengganti. Kekuatan relatif dari organisasi terhadap pemangku kepentingan tidak selalu lemah.

5. Fungsi Pelanggan (customer)

Dengan memahami pelanggan, perusahaan akan lebih fokus dalam memberikan produk dan jasa yang mereka diinginkan dan diharapkan oleh para pelanggan mereka. Oleh karena itu sebuah perusahaan yang memiliki kepentingan utama untuk mengidentifikasi individu yang menggunakan produk dan jasa mereka (pelanggan, pesaing dan konsumen).

Suatu perusahaan tidak akan bertahan jangka panjang tanpa ada seorang pelanggan. Pelanggan itu sendiri merupakan target dari suatu perusahaan untuk menjualkan hasil produksinya. Untuk menarik para pelanggan, suatu perusahaan yang  harus menyediakan produk dan layanan yang terbaik serta harga yang bersahabat.

Sebagai contoh, suatu organisasi dapat memiliki kekuatan yang sangat baik, apalagi ketika kondisi pelanggan tidak dapat memperoleh barang/jasa substitusi yang baik pula.

6. Fungsi Pesaing

Kesuksesan dari sebuah perusahaan biasanya tergantung pada pengetahuan karyawan tentang para pesaing dan peranan yang mereka mainkan dalam berbisnis. Bentuk yang paling umum dari adalah para pesaing langsung.

Pesaing langsung tersebut menyediakan sebuah produk atau jasa yang sama dalam industri, seperti yang diproduksi oleh perusahaan kita. Sebagai contoh Honda dan Kawasaki, Sriwijaya Air dan Adam Air adalah pesaing langsung satu sama lain.

7. Fungsi Pemerintah

Pemerintah juga memiliki perannya. Misalnya, memiliki kekuasaan untuk memberikan perizinan. Dalam masyarakat yang masih adanya tanda dengan adanya KKN yang masih kuat, bukan bukan berarti tidak mungkin kekuasaan pemerintah dalam memberikan sebuah perizinan dapat menggagalkan semua rencana yang telah disusun oleh perusahaan.

Hubungan Perusahaan Dengan Stakeholder

Hubungan dari sebuah perusahaan dengan para stakeholder akan mengalami selalu perubahan yang dinamis seiring dengan berjalannya waktu. Adapun beberapa pakar yang telah mengamati terjadinya perubahan atau pergeseran pada bentuk yang asalnya bersifat Inactive, menjadi Reactive lalu menjadi Proactive dan akan menjadi Interactive. Berikut dibawah ini penjelasan pola hubungannya:

1. Inactive (Hubungan tidak aktif)

Pada hubungan yang satu ini pihak perusahaan sangat meyakini bahwa mereka dapat mengambil serta dan membuat keputusan secara sepihak saja, tanpa mempertimbangkan pengaruh atau dampak yang akan timbul terhadap pihak lain.

2. Reactive (Hubungan yang reaktif)

Kemudian pada hubungan ini pihak perusahaan sangat amat cenderung untuk mempertahankan diri juga hanya bertindak disaat dipaksa untuk melakukan sesuatu.

3. Proactive (Hubungan yang proaktif)

Untuk hubungan yang seperti ini pihak perusahaan lebih spesifik untuk menghindari terhadap berbagai macam kepentingan oleh para stakeholder. Hal seperti ini biasanya pihak perusahaan telah memiliki departemen yang berfungsi untuk melakukan identifikasi atau rekognisi terhadap isu atau permasalahan yang menjadi perhatian khusus untuk para pemangku kepentingan atau stakeholder.

Akan tetapi untuk perhatian mereka dan para stakeholders hanya dipandang sebagai sebuah permasalahan yang harus dikelola, bukan menjadi sebagai sumber dari keunggulan yang kompetitif.

4. Interactive (Hubungan yang interaktif)

Pada hubungan ini pihak perusahaan bertindak menggunakan pendekatan bahwa pihak perusahaan perlu memiliki suatu hubungan berkelanjutan seperti saling menghormati, saling mempercayai dan serta saling terbuka dengan para stakeholder.

Dengan begitu untuk para pihak perusahaan akan menganggap bahwa jika memiliki koneksi yang baik dengan para stakeholders dan diharapkan akan menjadi sumber keunggulan yang kompetitif bagi perusahaan.

Hubungan yang dimiliki antara perusahaan dengan para stakeholder dapat diharapkan bersifat Interactive, interaksi ini akan nantinya bisa membantu perusahaan dalam mempelajari ekspektasi masyarakat banyak. Sehingga untuk mengembangkan sebuah solusi juga mendapatkan dukungan oleh para stakeholder untuk menerapkan solusi yang sudah dimiliki dan disiapkan oleh perusahaan.

Baca juga artikel terkait “Pengertian Stakeholder” :

Begitulah penjelasan penjelasan lengkap untuk mengenal stakeholder beserta, jenis-jenis, peran, fungsinya dalam suatu perusahaan atau negara.

Dengan penjelasan ini, diharapkan bisa membawa perusahaan ke jenjang yang lebih sukses dan mampu bertahan ditengah persaingan pasar yang begitu kuat. Namun untuk menuju ke tingkatan tersebut, pemahaman dasar tentang apa itu stakeholder saja belum cukup. Karena Anda juga akan memerlukan strategi pemasaran yang akurat, manajemen ketersediaan yang baik, dan juga manajemen keuangan yang tepat.

Kamu bisa mempelajari tentang Perumusan Strategi Perusahaan
karya Nugraha Pranadita

Perumusan Strategi Perusahaan Interaksi Hukum dengan Manajemen Strategisdalam Industri Pertahanan Indonesia